JawaPos.com - Kepala Korps Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail mengatakan, pengadaan 280 pucuk senjata jenis Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) dan 5932 butir peluru yang impor bukan termasuk ke dalam jenis senjata berbahaya. "Saya tegaskan (senjata ini) bukan untuk membunuh, tapi untuk mengejutkan," kata Irjen Pol Murad Ismail di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (30/9). Bahkan Murad menyebut, amunisi senjata SAGL itu jenis peluru tabur. Murad menyebut senjata jenis SAGL tersebut akan disebar di sejumlah daerah rawan konflik, seperti Poso, Sulawesi Tengah, dan Papua. Lebih lanjut, Murad menuturkan kebutuhan akan senjata itu tidak terlepas dari fungsi Brimob Polri yang berbeda dengan satuan lain di Polri.
Source: Jawa Pos October 01, 2017 00:22 UTC