JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran menepis anggapan adanya tebang pilih dalam memberantas penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Kita proses, semua kita tangkap," kata Fadil kepada wartawan usai menghadiri diskusi 'Melawan Hoax' di Kantor PDI-P, Jakarta, Jumat (9/2/2018). Fadli membantah polisi hanya menindak penyebar hoaks yang merugikan pemerintah dan mengabaikan penyebaran hoaks yang menyerang lawan politik pemerintah. "Contohnya mana misalnya yang tidak kita tindak yang menyerang lawan politik?" "Semua, baik yang nyerang agama Islam, yang menyerang agama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, semua kita tindak," kata dia.
Source: Kompas February 09, 2018 14:52 UTC