Menurut Luhut, salah satu teknologi yang sudah mampu diproduksi di dalam negeri adalah alat tes diagnostik cepat atau rapid test. Luhut berujar, rapid test lokal merupakan hasil pengembangan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Bila alat rapid test impor dipatok Rp 250 ribu, Luhut menyebut BPPT hanya menjual seharga Rp 75 ribu. “Bahkan buatan BPPT seharga Rp 75 ribu itu bisa turun lagi,” katanya dalam konferensi pers peresmian RDF di Cilacap, Jawa Tengah, Selasa, 21 Juli 2020. Dia mengklaim rapid test hasil pengembangan BPPT bisa menunjukkan hasil diagnostik dengan persentase keakuratan mencapai 98 persen.
Source: Koran Tempo July 21, 2020 07:41 UTC