Di Myanmar, kantong plastik dan botol bekas sering kali berserakan di pinggir jalanREPUBLIKA.CO.ID, YANGON -- Relawan telah membangun perpustakaan untuk anak yatim di Yangon, Myanmar, menggunakan sampah plastik daur ulang. Menggunakan sumbangan sampah dari masyarakat setempat, tim membuat eco-brick atau bata ramah lingkungan dengan mengisi botol plastik dengan sampah plastik lainnya. Relawan berharap untuk menyambut pembaca muda pada awal 2021, tetapi pembukaan perpustakaan telah ditunda tanpa batas oleh kudeta Myanmar. Diperkirakan 119 ton sampah plastik masuk ke Sungai Ayeyarwady negara itu setiap hari. Perpustakaan bukan satu-satunya inisiatif di Myanmar yang bertujuan untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi bahan bangunan.
Source: Republika June 03, 2021 06:45 UTC