REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Divisi Buruh Nelayan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM) mengadakan kegiatan "Kenduri Nelayan" dalam rangka meriahkan Hari Nelayan Nasional (HNN) di Aula KH. Kegiatan tersebut merespon problem nelayan Indonesia yang masih banyak belum tuntas di selesaikan nelayan. Perwakilan Front Nelayan Indonesia (FNI), Rusdianto Samawa mengatakan bahwa nelayan harus menyatakan pledoinya ke pemerintah agar bisa dibebaskan dari permen-permen yang selama ini dianggap menyesatkan dan tak berkeadilan. Menurut Nanang Qodir el-Gazali yang juga anggota Divisi Buruh Nelayan MPM PP Muhamamdiyah, gerakan satu juta surat untuk presiden dari nelayan ini merupakan bentuk gugatan terhadap konstitusi Indonesia sendiri agar selalu melindungi nelayan. Sementara itu, salah satu perwakilan nelayan, Sumariyono juga mengkritisi Menteri Susi lantaran selama ini dianggap tak mau menerima masukan yang datang dari nelayan sendiri.
Source: Republika April 07, 2017 07:41 UTC