Film ini mengangkat pelarian aktivis Wiji Thukul pada tahun 1997-1998, serta sajak-sajak karya Wiji Thukul. ANTARA/Yudhi MahatmaTEMPO.CO, Surakarta - Satu puisi berjudul 'Sajak Ibu' mengiringi pemakaman ibunda Wiji Thukul, Sayem Harjo Suwito di Tempat Pemakaman Umum Purwoloyo, Solo, Sabtu 8 Juli 2017. Puisi karya Wiji Thukul itu dibacakan beberapa saat sebelum makam ditimbun. Puisi itu dibacakan oleh adik bungsu Wiji Thukul, Wahyu Susilo. Wahyu mengatakan selama 20 tahun ibunya menanti kabar tentang Wiji Thukul yang hilang menjelang runtuhnya rezim orde baru.
Source: Koran Tempo July 09, 2017 01:18 UTC