Sekolah di kawasan Jalan Siwalankerto tersebut menjadi satu-satunya sekolah di Jawa Timur yang mengajarkan cara mendalang. Di tangan kanan perempuan berusia 16 tahun itu ada wayang Patih Handanayuda dari Negara Purwacarita. Kepala Kompetensi Seni Pedalangan SMKN 12 Supriyono menyatakan, pembelajaran seni pedalangan di SMKN 12 bersifat multikultur. Secara umum, kata dia, tidak ada yang berbeda antara dua gaya seni pedalangan itu. Yakni, bahasa ngoko, krama, sastra kawi, dan bahasa pedalangan.
Source: Jawa Pos January 31, 2017 13:33 UTC