Hal itu diungkapkan oleh Anggota DPR RI Intan Fauzi terkait desakannya agar pemerintah perlu melakukan tindakan luar biasa melalui program untuk penanganan wabah bencana nonalam Covid-19. Namun, Intan menyayangkan munculnya persoalan klasik yang hampir terus terjadi di setiap tahun anggaran yakni persoalan kemampuan serapan anggaran Kementerian dan Lembaga yang masih rendah. Bahkan, Intan menegaskan, menjadikan Covid-19 sebagai kambing hitam dari penyebab rendahnya daya serap anggaran, adalah mengada-ngada dan ironis. Khusus anggaran kesehatan sebesar Rp 85,77 triliun yang ditujukan untuk belanja penanganan Covid-19 mendapat sorotan, karena realisasi angggaran stimulus kesehatan tersebut baru mencapai 4,68 persen dari total alokasi anggaran. “Dampak Kesehatan, Sosial dan Ekonomi yang tengah kita hadapi ini sangat dahsyat, karena itu, perlu kebijakan luar biasa/ extra ordinary.
Source: Jawa Pos July 02, 2020 16:40 UTC