Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Gresik mengaku terus mendalami regulasi program bantuan sosial dengan sumber dana dari APBN itu. Kasatreskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayoga mengatakan, setelah meminta keterangan beberapa pihak terkait program BPNT itu, pihaknya terus melakukan pendalaman. Seperti pernah diberitakan, pekan lalu (27/7) Unit Tipikor Satreskrim Polres Gresik memang sudah meminta keterangan beberapa pihak untuk menindaklanjuti dugaan penyimpangan penyaluran BPNT. Antara lain, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Gresik Sulyono serta Korda BPNT Gresik Suwanto. Nominal sembako BPNT yang diterima 92.529 KPM se-Kabupaten Gresik seharusnya Rp 200 ribu per bulan per KPM.
Source: Jawa Pos August 04, 2020 09:15 UTC