Namun dalam pelaksanaanya, angkutan kota ( angkot) yang digunakan belum menggunakan moda baru yang sudah memiliki standar pelayanan minimal (SPM). Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan, mengatakan bahwa alasan belum menggunkan angkot yang sudah SPM dikarenakan masalah fokus awal untuk melakukan intergrasi sistem lebih dulu. Baca : Memperbaiki Citra Angkot dengan Mengubah Formasi Jok Jadi Hadap DepanSedangkan untuk program Ok Otrip dengan menggunakan angkutan yang belum SPM ini akan jadi uji coba bagi masyarakat, seperti penggenalan. Baca : Apa Keuntungan bagi Sopir Angkot yang Tergabung dalam Ok Otrip? Mulai dengan edukasi untuk sopir yang tergabung dalam Ok Otrip, sampai dengan jajaran pengurus atau manajemen koperasi yang membawahi para angkot.
Source: Kompas December 16, 2017 00:00 UTC