Selasa, 14 Maret 2017 | 11:02 WIBSejumlah warga duduk di sekitar rumahnya yang porak-poranda akibat banjir bandang di area pertambangan emas di Kelurahan Poboya, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (26/8). ANTARA/Basri MarzukiTEMPO.CO, Jakarta – Mengenai rencana Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan menutup tambang emas ilegal di Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola angkat bicara. Tinggal dikembangkan agar sama menariknya seperti emas,” kata Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, seperti diberitakan Koran Tempo edisi Selasa, 14 Maret 2017. Baca: Pakai Merkuri, Tambang Emas Ilegal Gunung Botak Disetop SelamanyaSebenarnya, kata Longki, para penambang emas Poboya awalnya bekerja sebagai petani. Perusahaan tambang ilegal di kawasan itu mempekerjakan masyarakat setempat untuk mengolah emas dengan menggunakan merkuri dalam skala besar.
Source: Koran Tempo March 14, 2017 03:56 UTC