REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS— Analisis mendalam berdasarkan citra satelit mengungkapkan perubahan radikal dalam kehadiran Israel di selatan Suriah setelah jatuhnya rezim Presiden Bashar al-Assad pada Desember 2024. Perluasan ini sejalan dengan pembangunan infrastruktur militer permanen yang mencakup benteng pertahanan luas yang mengindikasikan perubahan total dalam geografi militer kawasan tersebut. Pasukan militer Israel melampaui garis "Alfa" yang merupakan batas antara wilayah yang diduduki Israel dan zona penyangga. Isael maju ke dalam wilayah Suriah hingga mencapai garis "Bravo" yang terletak di sisi Suriah dari zona penyangga, yang merupakan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani pada 1974. Foto-foto satelit yang diperoleh Aljazeera menunjukkan bahwa titik-titik ini tidak dibangun sekaligus, melainkan secara bertahap setelah jatuhnya rezim Assad, sejalan dengan perluasan benteng pertahanan di darat.
Source: Republika February 02, 2026 20:00 UTC