Kemeriahan itu terjadi di ujung jalan Wotgandul Timur, kawasan Pecinan Semarang, Jumat (17/1/2020) malam, saat menggelar tradisi Tok Panjang. Tok Panjang merupakan tradisi makan orang Tionghoa di meja panjang yang diikuti oleh banyak orang, yang digelar menyambut datangnya Hari Raya Imlek. Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Wisata (Kopisemawis), Harjanto Halim, menuturkan, di Semarang, tradisi itu dipoles jadi perayaan meriah yang dibuka selebar-lebarnya untuk siapapun. Sebenarnya, tradisi makan di meja panjang menjelang Imlek itu bukan hanya dilakukan di Semarang, tapi di juga di tempat lain. Berbeda dengan kue keranjang pada umumnya, di Tok Panjang, tersaji kue keranjang kukus santen yang menurut Ganjar sensasi rasanya luar biasa legit.
Source: Suara Pembaruan January 18, 2020 08:37 UTC