REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Universitas Tadulako (Untad) Palu akan mengeluarkan sekitar 1.500 mahasiswa perguruan tinggi negeri itu per 15 Agustus 2017. Para mahasiswa yang dikeluarkan sudah melewati batas maksimal waktu studi. "Jumlah itu dari sekitar 2.500 mahasiswa yang terancam drop out atau DO, namun setelah dipacu dan diberikan kebijakan perpanjangan selama dua bulan, maka yang tersisa sekitar 1.500 mahasiswa itu," ungkap Rektor Untad M Basir di Palu, Ahad (6/8). Bagi Rektor, mahasiswa yang terjebak di lembaga kemahasiswaan dengan nilai akademik yang rendah, merupakan ciri-ciri dan pertanda akan terancam untuk dikelurkan. Sementara untuk mahasiswa, tidak akan merasa dirugikan, seperti sistem skorsing yang diterapkan selama ini.
Source: Republika August 06, 2017 14:48 UTC