Terlihat warga saling gotong royong menyemprot lumpur yang berada di jalaan dan rumah tersebut dengan air yang dialirkan dengan mesin diesel dari lubang sumur warga. Secara bergantian mereka menyemprotkan air dari gang satu ke gang lainnya, dari rumah satu ke rumah lainnya. "Kita gak mau direlokasi, belum tentu di tempat kita pindah kita bisa hidup sejahtera, di sini enak dekat dari mana-mana," katanya. Eva mengaku, sempat juga ada isu soal warga yang akan direlokasi dan digantikan dengan rumah susun (rusun), warga sama sekali tidak setuju dengan ini. Sebenarnya, menurut Handayani, jika misalnya memang ada relokasi dan rumah warga dijual apakah harganya sudah sesuai.
Source: Republika February 07, 2018 11:37 UTC