JawaPos.com - Beragam anggapan timbul ketika melihat Presiden Joko Widodo hadir di lokasi terjadinya bom di Kampung Melayu tanpa menggunakan rompi anti peluru. Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio berpendapat, sejatinya ada empat pesan yang ingin disampaikan Jokowi dengan sikapnya itu. Ketiga, Jokowi ingin menunjukkan dirinya percaya pada kinerja aparat keamanan dan mengapresiasi aparat keamanan yang langsung bertindak. Terakhir, mantan Wali Kota Solo itu ingin membuktikan bahwa dirinya satu-satunya presiden yang sigap merespon kejadian teror bom. "Ada simbol citra baru yang kuat, bahwa hanya Presiden Jokowi yang melakukan kunjungan langsung ke TKP pengeboman hanya beberapa setelah kejadian," pungkas Hendri.
Source: Jawa Pos May 26, 2017 03:22 UTC