Maka anak-anak kini lebih sibuk dengan belajar online. Para guru dan orang tua dituntut lebih kreatif agar belajar online tetap asyik, menyenangkan, dan membentuk karakter anak sekalipun mereka terbatas bersosialisasi dari teman-temannya. Sehingga belajar tetap menyenangkan, menonton video, aktif menjawab pertanyaan agar tidak membosankan. “Akan menjadi berbeda ketika kegiatan pendidikan dilakukan secara online atau daring dimana yang lebih banyak hanyalah proses pembelajaran atau transfer pengetahuan saja,” tambahnya. Sementara itu, pemerhati anak Seto Mulyadi mengatakan jika program ini bisa memudahkan belajar anak, karena anak pada dasarnya senang belajar serta cerdas, dan belajar yang efektif adalah belajar menyenangkan jauh dari kekerasan.
Source: Jawa Pos December 20, 2020 05:12 UTC