REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati di Majalengka menjadi sorotan setelah Gubernur Jawa Barat (Jabar) Kang Dedi Mulyadi (KDM) mengeluhkan penggunaan dana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar untuk membiayai operasional bandara tersebut. Tujuan awal pembangunan Bandara Kertajati adalah mengatasi keterbatasan kapasitas Bandara Husein Sastranegara di Bandung, sekaligus menjadi bandara alternatif bagi wilayah Jabar dan sebagian Jawa Tengah (Jateng). Gubernur Jabar KDM menyebut bandara tersebut merugi sehingga beban operasional yang ditanggung Pemprov Jabar dinilai memberatkan. Ia menyoroti dana Pemprov Jabar yang harus digunakan untuk membiayai operasional Bandara Internasional Kertajati, sementara bandara tersebut hanya melayani satu penerbangan. Pemprov Jabar disebut menanggung utang sekitar Rp 100 miliar per tahun untuk Bandara Kertajati, dengan sekitar Rp 50 miliar digunakan untuk operasional dan layanan bandara.
Source: Republika January 06, 2026 15:55 UTC